Tentang GBN

TENTANG GERAKAN BALE NAGI

GBN-Mudik ala orang Flores Timur

Bale Nagi berasal dari bahasa melayu Larantuka yang berarti kembali dan peduli akan kampung halaman. Pada umumnya orang Flores Timur kembali ke kampung halamannya pada momentum Perayaan Semana Santa (Paskah) di bulan April. Maka sebagai anak rahim Flores Timur, masyarakat diaspora Flores Timur di Jabodetabek dan di belahan dunia manapun, kini saatnya kita terpanggil untuk sama-sama kembali kepada “segala yang telah kita tinggalkan”

Maka momentum Semana Santa 2020 merupakan waktu yang tepat, memanggil kita untuk kembali mengenal rumah, keluarga, kampung dan menapaki kembali misteri perjalanan iman kita yang dikemas dalam sebuah gerakan bersama.

Kesadaran yang coba dibangun oleh Diaspora Flores Timur di Jabodetabek yang tergabung dalam ormas Kontas Flores Timur dan Paguyuban Tite Hena ini, tidak sekedar menggaungkan Flores Timur sebagai Vatikannya Indonesia. Lebih dari itu, sebagai anak Rahim Flores Timur, momentum Semana Santa 2020 adalah penyatuan kekuatan, persatuan, kesadaran bersama, sama rasa, dan satu refleksifitas bahwa Flores Timur sebagai sebagai contoh bagi  Indonesia bagaimana orang bisa hidup rukun dan saling mengasihi dalam perbedaan keyakinan.

Bale Nagi adalah momentum untuk mengenal lebih jauh kampung halaman, melebur dalam rangkain devosi, hingga merasakan apa yang hilang dan apa yang perlu dilestarikan.

Bale nagi bukanlah memulangkan masyarakat diaspora ke kampung halaman, tapi sebuah GERAKAN SOSIAL untuk mengajak semua masyarakat Flores Timur di seluruh dunia untuk “mudik”, kembali ke kampung halaman dan melakukan berbagai aktivitas bersama selama Semana Santa

Bale Nagi adalah panggilan untuk pulang, sebagai perwujudan niat dan janji untuk berbakti pada Lewotana. Mari sama-sama Bale Nagi.