Legenda Perseftim Valens Fernandez tutup usia di Larantuka

Balenagi.com | Larantuka –  Kabar duka yang datang dari Larantuka pagi ini, berdedar luas melalui jejaring media sosial. Valens Fernandez hari ini dipanggil menghadap Sang Khalik setelah dirawat beberapa hari di RSUD Larantuka, Flores Timur akibat komplikasi. Beliau yang biasa dipanggil Pa Valens, bagi masyarakat Larantuka dan juga Flores Timur adalah seorang pemain bola Perseftim dahulu yang begitu melegenda sekaligus musisi dan penyanyi berbakat.

Lahir di Bajawa, Ngada pada tanggal 30 Agustus 1952, Valens Fernandez dikenal sebagai figur multi talenta. Mahir bermain bola, juga berbagai cabang olah raga lainnya tapi juga fasih bermasin musik dan menciptakan lagu. Hampir semua cabang olahraga dikuasainya dengan sangat baik. Valens adalah pemain Voley yang terkenal dengan smash kencang dan teknik tipuan bola yang nyaris sempurna. Dia menguasai teknik bantingan dalam Judo dengan sangat baik, sama baiknya dengan kemampuannya bermain basket, badminton, tenis meja, senam matras sampai permainan catur.  Selain itu Valens dikenal karena piawai memainkan alat musik, menyayi dan menciptakan lagu. Salah satu histnya yang terkenal di era 90-an adalah lagu Mermoce.

Setelah manamatkan SGO di Kupang sekitar tahun 1972, Valens muda sempat merantau ke Jakarta namum akhirnya memilih untuk kembali ke Nagi, Larantuka dan memperkuat Perseftim Flores Timur.
Keinginannya untuk berkarir dalam dunia sepakbola di Jakarta sejak 1970 an yang sudah ditawarkan oleh alm Sinyo Alinadoe, dia lupakan demi mengabdi bagi Lewotana Flores Timur.

Tahun 1974 Valens memulai debutnya bersama Perseftim di turnamen 2 tahunan El Tari Cup di Maumere, Sikka. Beliau selalu menjadi bek tangguh, palang pintu pertahanan Perseftim. Gaya bermain bolanya adalah gabungan skill yang tinggi dan seni memainkan bola yg begitu indah. Hal tersebut membuat dia begitu dikenal oleh pecinta sepak bola Flotim dan NTT.

Tidak hanya mewakil Perseftim, Velens juga sering dipanggil untuk mewakili NTT saat melawan tim tamu dari luar daerah. Salah satu momentum yang sulit untuk dilupakan banyak orang adalah bagaimana dia memenangkan duel satu lawan satu ketika berhadapan denga Hanafing pemain timnas, saat pertandingan Perseftim vs Makasar Utama di Maumere Th 1980 an.

Kalau di lapangan kelihatan beringas, tetapi begitu mengontrol bola, dia memukau dengan skill bola level tinggi. Pengetahuan tentang sepakbola secara teori dan praktek diperolehnya semasa sekolah di SMOA, yang kemudian berganti nama menjadi SGO Kupang.

Menjadi Guru Olahraga adalah ladang pengabdiannya seperti kebanyakan alumni SGO sebelum menjadi pegawai di lingkungan Dinas P&K  Kab. Flores Timur bagian Olahraga hingga pensiun sebagai PNS. Posturnya yang tinggi, berambut gondrong, dengan badan yang atletis , membuat ia dengan mudah diikenali. Wajahnya bisa jadi membekas dalam ingatan semua anak muda Flores Timur tahun 70-an hingga tahun 2000-an.

Dibalik wajahnya yang dingin dengan tatapan yang tajam, beliau memiliki sentuhan seni yang tinggi. Selain memiliki bakat bermain hampir semua alat musik, Valens Fernandez pun dapat melukis dengan baik. Meski bisa melukis namun Valens Fernandez lebih dikenal publik sebagai penyanyi dan pemain musik. Jika bernyanyi maka dia begitu menghayati lagu. Apalagi lagi slow rock dan lagu-lagu sendu dengan irama pelan yang mendayu. Valens Fernandez yang garang di lapangan bola berubah menjadi sosok yang begitu sentimentil saat melantunkan lagu tersebut.

Suara bariton dg pengambilan nada-nada tinggi mengingatkann pecinta musik pada warna suara vokalis Black Brothes, Marthy Messer yang nyaris sempurna membawakan salah satu nomor hit Layu di Ujung Senja.  Valens adalah Olahragawan sekaligus musisi yg luar biasa. Style rambut gondrong sebahu dengan gaya berjalan seperti ditahan, menjadi “trade mark” pria yang sering disapa Laleng di kalangan terdekatnya.

Sekitar di tahun 1975-1990 an di Larantuka gaya Valens Fernandez ini menjadi idola dan diikuti anak-anak muda di Nagi Larantuka saat itu. Tak heran banyak wanita pun mengidolakan dirinya,hingga jatuh cinta pada nya. Namun Valens muda menjatuhkan pilihannya pada Oa Dona Buce DVG, putri Raja Larantuka. Dari pernikahannya, Oa Buce memberikannya 3 orang putra dan 2 orang putri.

Valens adalan seorang Pengajar, Petarung dan Pencinta Sejati.
Selamat Jalan Sang Legenda… Beristirahatlah dalam ribaan Bapa di Sorga.

Penulis : Frans Roy Lewar (Sharly)
Editor   : Siimon Lamakadu

Open chat
1
Pengen tau tentang GBN ?
Hallo...
Ada yang bisa kami bantu ???
Powered by