Simon Lamakadu: Pembatalan GBN ini untuk Kebaikan Bersama

Gerakan Bale Nagi
Balenagi.com | Jakarta – Memperhatikan pengumuman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa Coronavirus atau Virus Corona sudah merupakan pandemi global menyusul penyebaran SARS-CoV-2 (novel coronavirus yang menyebabkan Covid-19) yang semakin meluas di sejumlah negara di dunia, maka tindakan antisipasi terhadap Covid-19 ini memang perlu disikapi secara serius.

Seperti yang dilansir Kompas.com pada Selasa (17/3/2020) pukul 18.05 WIB, angka infeksi Covid-19 mencapai 185.386 orang di 162 negara dan satu alat angkut internasional (kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang). Angka kematian untuk pandemi Covid-19 bertambah menjadi 7.332. Sementara ada 79.930 orang pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Menyikapi fenomena ini, Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kemasyarakatan Kontas Flores Timur dalam rilisnya bernomor: 069/KFT-DPP/GBN-2020/III/2020 telah menyampaikan informasi secara resmi bahwa Kegiatan Kampanye Sosial Gerakan Bale Nagi (GBN) 2020 dibatalkan. Rilis tersebut disampaikan kepada Pemkab Flores Timur, Att: Dinparbud Kabupaten Flores Timur di Larantuka, Panitia GBN 2020 di Jakarta, Pengurus DPD Kontas Flores Timur di Larantuka dan seluruh anggota Kontas Flores Timur.

Surat Resmi Pembatalan GBN dari Organisasi Kontas Flores Timur.

Hal ini senada dengan himbauan Bupati Flores Timur yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Flores Timur bernomor: PEM.130/25/PEM.UMUM/2020 yang salah satu poinnya meminta kepada Panitia Gerakan Bale Nagi (GBN) 2020 untuk membatalkan rencana Gerakan Bale Nagi bagi warga Diaspora Flores Timur yang berada di luar wilayah Kabupaten Flores Timur pada momentum Semana Santa pada bulan April 2020 yang akan datang. Seirama dengan itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur juga sudah membatalkan rencana Pegelaran Festival Bale Nagi 2020.

Menyikapi hal ini, Ketua Panitia Gerakan Bale Nagi (GBN) 2020 Simon Lamakadu mengatakan bahwa pembatalan ini telah diinformasikan kepada calon peserta. “Sejauh ini sudah ada 100 orang baik dari Jawa, Kalimantan, Batam, Bali, Kupang dan Sumba yang yang sudah mendaftar melalui website www.balenagi.com dan siap untuk terlibat dalam gerakan ini,” terangnya.

Simon mengapresiasi kerja keras seluruh panitia selama 6 bulan terakhir dan dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah daerah melalui dinas pariwisata, serta antusiasme para peserta. “Pasti ada kekecewaan. Tapi keadaan epidemi corona perlu kita sikapi secara bijaksana untuk kebaikan kita semua. Pembatalan GBN ini untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

Situasi yg ada, lanjut Simon, tentu diluar kendali dan kehendak kita semua. “Kami menerima, menghormati dan mendukung keputusan yang diambil pemerintah daerah dan mendoakan agar prosesi Semana Santa di Nagi dapat berjalan dengan lancar. Kami yakin gerakan ini akan ada lagi di masa depan. Kita hanya menundanya saja,” pungkasnya.

Leave a reply

Open chat
1
Pengen tau tentang GBN ?
Hallo...
Ada yang bisa kami bantu ???
Powered by